Saturday, January 5, 2013

Teman Punya Rumah Baru? Hadiahi Saja Alat Masak Ini!

Friday, January 4, 2013

Masak Jadi Kurikulum Sekolah Bisa Jadi Solusi masalah Obesitas Anak


Flora Febrianindya - detikFood Jakarta - Pola makan tak sehat jadi salah satu pemicu tingginya angka obesitas. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi pola makan ini. Di antaranya adalah kurangnya pengetahuan anak mengenai nilai gizi, jenis makanan, juga cara pengolahan makanan.

Ruth Bond dari Women's Institute turut mencermati hal ini. Menurut Bond, pelajaran memasak di sekolah bisa dijadikan solusi dalam menurunkan jumlah makanan yang dikonsumsi anak. Ia percaya jika pelajaran ini juga bisa menunjang kesiapan anak menghadapi kehidupannya di usia dewasa.

Bond berpendapat jika pola hidup bergantung pada pola makan sehari-hari. "Memasak menu sehat adalah gaya hidup yang baik. Itu merupakan pendekatan holistik. Kami tidak ingin makanan terbuang percuma. Jika Anda memberikan kemampuan ini pada anak sejak kecil, ini bisa menjadi jalan untuk menghentikan bom waktu masalah obesitas," ungkap Bond dalam Daily Mail (03/01/2012).

Edukasi yang diberikan bisa mengenai cara-cara praktis memasak, seperti bagaimana memasak kentang dengan tingkat kematangan yang pas, juga langkah-langkah berbelanja. Bisa juga dengan memgajarkannya membuat aturan menu seimbang.

Kehidupan modern juga mengikis kebiasaan memasak sendiri, dan beralih menggunakan jasa tukang masak ataupun membeli makanan siap santap. Hal tersebut makin menjauhkan anak dari dunia masak memasak dan pengenalan nutrisi. Karenanya, sekolah diharapkan mampu mengisi kekosongan tersebut.

(dyh/odi)

Amerika Keluarkan Rp. 1.4 Trilyun Untuk Makanan Terbuang


Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood Jakarta - Pemasokan bahan makanan tiap negara berbeda-beda. Banyaknya pengeluaran tentunya akan menjadi sia-sia jika bahan makanan yang dipasok tidak habis digunakan. Seperti di Amerika, tiap tahunnya harus mengeluarkan biaya besar akibat bahan makanan yang tidak terpakai.

Dalam sebuah diskusi yang dilakukan oleh HuffPost Live's dengan National Resource Defense Council Project Scientist Dana Gunders, disebutkan bahwa membuang makanan utuh di Amerika semakin meningkat. Jumlahnya mencapai 50% dalam kurun waktu 40 tahun terakhir.

Pemerintah Amerikapun harus mengeluarkan biaya sebanyak $ 165 miliar atau sekitar Rp. 1,4 triliun setiap tahun. Pengeluaran yang sangat besar ini tentunya menjadi permasalahan yang serius.

Amerika harus mengeluarkan $ 165 miliar per tahun akibat terlalu sering membuang bahan makanan. Bahkan rata-rata tiap rumah tangga akan membuang bahan makanan yang nilainya mencapai $ 2.200. ungkap Gunders kepada HuffPost Live.

Diskusi mengenai pengeluaran biaya ini juga dihadiri oleh Gawain Kripke, seorang peneliti untuk Oxfam Amerika. Iapun menyatakan bahwa dari sejumlah penduduk di dunia, hanya Amerikalah yang terlihat membuang makanan.

Masalah ini bisa dikaitkan dengan pasar makanan. Misalnya pada harga jagung di Amerika yang berdampak besar pada harga jagung di Afrika, dan kita justru membuang-buang makanan disini, itu berarti kita membuang sumber daya global. kata Kripke.

Pada dasarnya membuang makanan yang merupakan sumber daya global ini dapat digunakan untuk membuat orang lain hidup. tambah Kripke.

(dyh/odi) Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Ternyata Warna Gelas Berpengaruh Pada Persepsi Rasa Minuman


Fitria Rahmadianti - detikFood Jakarta - Enak atau tidaknya suatu minuman tentu tergantung dari citarasanya, bukan karena gelas atau faktor lainnya. Namun, sebuah penelitian di Journal of Sensory Studies membuktikan bahwa warna gelas mempengaruhi persepsi kita terhadap rasa minuman tersebut. Benarkah?

Peneliti dari Polytechnic University of Valencia (UPV), Spanyol, dan University of Oxford, Inggris, merekrut 57 orang sukarelawan untuk berpartisipasi dalam riset ini. Mereka diminta mencicipi minuman cokelat panas yang disajikan dalam gelas-gelas plastik berukuran sama.

Bagian dalam gelas ini berwarna putih, namun bagian luarnya terbagi menjadi empat warna, yakni putih, krem, merah, serta oranye. Meski hot chocolate di dalam semua gelas sama, partisipan studi mengatakan bahwa rasanya lebih nikmat jika disajikan di gelas berwarna oranye atau krem.

Selain itu, seperti dilansir situs Science, Space & Robots (03/01/13), para peserta riset menyebutkan bahwa hot chocolate terasa agak lebih manis dan lebih beraroma jika disajikan dalam gelas berwarna krem.

"Warna wadah makan dan minuman dapat meningkatkan atribut seperti rasa dan aroma," tulis Betina Piqueras-Fiszman dari UPV dalam press release yang diterima agensi berita AFP (03/01/13). Ia menambahkan bahwa temuan ini bisa bermanfaat bagi chef dan produsen makanan.

Penelitian terdahulu menemukan bahwa wadah berwarna kuning mendorong persepsi rasa lemon dalam soft drink. Sementara itu, minuman dengan warna 'dingin' seperti biru tampak lebih memuaskan dahaga dibanding warna 'hangat' seperti merah. Minuman dalam wadah berwarna pinkpun dianggap lebih manis rasanya.

Begitupula dengan kopi. Menurut situs Gizmodo (03/01/13), kemasan berwarna cokelat membuat rasanya lebih kuat dan lebih harum, sementara warna merah membuat citarasanya kurang kuat. Kopi yang dibungkus dengan warna kuning atau biru membuatnya tampak lebih lembut.

Selain minuman, dessert strawberry mousse tampak lebih manis dan lebih kuat rasanya jika disajikan dalam piring putih daripada piring hitam.

(fit/odi) Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Ingin Membuat Macaron Cantik dan Renyah? Simak Tips Ini!


Fitria Rahmadianti - detikFood Jakarta - Banyak orang mengeluhkan susahnya membuat macaron. Jangankan pemula, pastry chef profesional seperti Anna Olson saja mengaku macaron merupakan salah satu jenis pastry yang paling sulit dibuat. Sebenarnya, apa tantangan terberat dari pembuatan pastry asal Perancis ini?

"Bikin macaron sih gampang, tapi bikin macaron yang konsisten itu sangat susah," kata Yap Chern Chee, General Manager dan Executive Chef Bakerzin. Bakerzin sendiri bisa dikatakan sebagai pelopor macaron di Indonesia.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk macaron sebenarnya sederhana saja, yakni putih telur, almond bubuk, serta gula pasir dan gula halus. Adapula yang menggunakan cream of tartar atau bubuk putih telur agar adonan lebih kokoh, stabil, dan tak mudah cair.

Namun, ada beberapa tantangan yang sering ditemui saat membuat macaron. Salah satunya adalah suhu, baik suhu oven yang berbeda maupun tingginya kelembaban udara di Indonesia yang membuat adonan sulit mengering. Bentuk dan ukuran macaron yang sudah dipanggangpun seringkali tak beraturan, serta tidak memiliki 'kaki'.

"Selain itu, icing sugar (gula halus) di Indonesia juga kurang murni karena dicampur tepung maizena agar tak mudah menggumpal. Padahal, hal ini berakibat macaron yang dipanggang menjadi pecah," ujar Chef Yap.

Dalam membuat macaron, meringue (putih telur yang dikocok dengan gula hingga mengembang) adalah unsur utama. Ada tiga teknik membuat meringue, yakni French, Italian, dan Swiss.

Pada metode French meringue, gula pasir halus dimasukkan ke putih telur sambil dikocok. Sementara itu, untuk teknik Swiss meringue, panci berisi putih telur dan gula diletakkan di atas panci berisi air panas (bain marie atau ditim) sambil terus dikocok. Setelah jadi, adonan cenderung cepat 'turun', jadi kedua teknik ini cocok untuk produksi macaron rumahan yang adonannya sedikit dan cepat diproses.

Italian meringue dibuat dengan merebus air gula, lalu mencampurkannya ke putih telur yang dikocok hingga lembut. Campuran ini kemudian dikocok hingga kaku dan lembut. Hasilnya adalah meringue yang lebih stabil dan tak cepat 'turun', sehingga aman digunakan tanpa perlu dimasak. Cocok untuk pembuatan macaron berskala besar.

Saat ditemui di peluncuran menu baru Bakerzin (18/12/12), Chef Yap membagikan tips sukses membuat macaron bergaya rumahan:

  1. Pastikan mixer yang dipakai kering, bebas air maupun minyak
  2. Saat mengerjakan bain marie atau mengetim, usahakan panci berisi putih telur dan gula tidak menempel dengan air di panci bawahnya.
  3. Pertama-tama, kocok putih telur dengan kecepatan tinggi agar berbuih halus. Turunkan kecepatannya menjadi sedang jika gula akan dimasukkan, agar gula bisa mencair dengan rata. Setelah putih telur kaku, pindahkan kecepatan menjadi rendah agar semakin solid sebelum dicampur dengan bahan lain.
  4. Jangan terlalu lama mengocok telur, karena meringue akan menjadi encer.
  5. Setelah adonan selesai disemprotkan ke atas silpat (alas silikon antilengket) atau loyang beralas kertas roti, tepuk-tepuk bagian bawah silpat/loyang agar tidak ada bintik-bintik di permukaan adonan.
  6. Sebelum dipanggang, diamkan dulu adonan selama satu jam agar kering, bentuknya mulus dan kokoh, serta 'berkaki'. Usahakan ruangannya ber-AC. Kalau tidak ada AC , gunakan kipas angin yang disorotkan langsung ke adonan macaron.
  7. Macaron yang sudah jadi sebaiknya didiamkan dulu di freezer selama dua hari agar menempel dan teksturnya bagus. Pasalnya, cookies dan ganache macaron belum menyatu jika langsung disantap setelah dipanggang.
Menurut Chef Yap, tekstur macaron yang benar adalah sedikit keras, namun saat digigit terasa kenyal dan lembap. Selain itu, cookiesnya menyatu dengan isiannya. Tertarik bikin macaron? Klik di sini untuk melihat resepnya!

(fit/odi) Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Kafe Kucing Akan Segera Dibuka di Inggris


Deani Sekar Hapsari - detikFood Jakarta - Kafe kucing kini sedang menjadi trend di Asia. Kafe yang diisi dengan kucing-kucing lucu ini menjadi alternatif bagi orang yang tak bisa memelihara kucing di rumah. Seorang warga London, Lauren Pears pun membawa trend kafe kucing ke Inggris.

Konsep kafe kucing ini pertama kali diperkenalkan oleh The Taiwanese Cat Cafe di Taipei, Taiwan pada tahun 1998. Akhirnya kafe kucing menyebar ke wilayah Asia. Di Jepang, kafe kucing pertama kali didirikan di Osaka tahun 2004. Kafe inipun menarik banyak turis baik mancanegara maupun domestik.

Trend ini akhirnya dilirik oleh seorang warga London bernama Lauren Pears karena ia melihat sifat masyarakat Inggris sebagai penyayang binatang. Kafe yang akan dinamakan Lady Dinah's Cat Emporium ini akan diisi kucing-kucing yang berasal dari tempat penampungan hewan.

Kafe ini ditujukan untuk para pekerja kantoran yang tidak diperbolehkan memelihara kucing karena aturan di rumah, tempat tinggal yang sempit, dan jam kerja yang panjang. Kafe ini juga terbuka untuk para turis dan orang tua yang mempunyai anak-anak kecil.

Hampir semua barang bisa Anda beli di London tapi ada satu hal yang tidak bisa dimiliki sebagian besar masyarakat London yaitu kucing. Saya melihat banyak orang berhenti sebentar untuk mengelus kucing tetangganya. Karena saya juga tidak bisa memelihara kucing karena tinggal di apartemen dan waktu kerja panjang, saya memahami keinginan untuk berada di sekitar kucing, kata Lauren kepada Dailymail (04/01/2012)

Kafe ini akan dibuat dengan dekorasi gaya Victoria yang membantu pengunjung dan para kucing bersantai di suasana kafe yang mewah. Sebagai teman bersantai akan disajikan menu seperti teh, kopi, sandwich, dan buku-buku untuk dibaca.

Untuk kucing-kucing yang ada di kafe ini, Lauren bekerjasama dengan Mayhem Animal Home untuk memilih kucing-kucing terlantar yang cocok dengan lingkungan kafe dan senang berada di tengah orang banyak.

Lewat sebuah website khusus untuk penggalangan dana bernama Indiegogo, saat ini sudah terkumpul sekitar Rp 51,6 jut adari jumlah total biaya Rp 1,7 milyar yang dibutuhkan.

(fit/odi) Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Joseph Heler Cheese, Keju Halal dari Inggris


Flora Febrianindya - detikFood Jakarta - Sertifikasi halal diakui menjadi pembuka pintu ekspor suatu produk. Logo halal yang dikeluarkan badan halal terpercaya menjadi kebanggaan sekaligus nilai jual. Hal tersebut dirasakan oleh Mike Heler, putra dari pendiri Joseph Heler Cheese yang kini sudah mengantongi sertifikat halal.

Seperti dimuat Halal Focus, Mike Heler mengakui jika penjualan keju di perusahaan yang dikelolanya makin meningkat berkat adanya akreditasi halal. Bahkan kini angka ekspornya sudah mencapai 1.500 ton ke wilayah lain seperti China, Jepang, Timur Tengah, juga Afrika.

Dalam proses sertifikasi, Joseph Heler Cheese menggandeng European Halal Development Agency (EHDA). Dalam situs resmi Joseph Heler, akreditasi halal yang didapatkan tak hanya dibutuhkan oleh komunitas muslim Inggris, namun juga membuka perluasan pasar ke daerah Asia, bahkan hingga ke seluruh dunia.

Sertifikasi halal tersebut menjamin seluruh proses pembuatan keju, dari mulai perolehan susu, pengolahan, hingga dikemas dan siap dikonsumsi melewati tahapan yang sesuai syariah. Kini, Joseph Heler Cheese telah memproduksi sekitar 40 produk. Jenis yang telah mendapat pengakuan antara lain keju padat, keju parut, keju iris, juga produk krim, whey, juga konsentrat laktosa.

Joseph Heler sendiri sudah membuat keju sejak tahun 1957. Berkat kemampuannya membuat keju berkualitas, iapun mendirikan perusahaan sendiri bernama Joseph Heler Cheese. Sejak bertahun-tahun lalu, produk Joseph Heler Cheese sudah tak menggunakan pengental dari enzim rennet dan menggantinya dengan bahan dari sayuran.

(flo/odi)

Alamak, Enaknya Gurame Hotplate yang Berendam Saus BBQ!


Fitria Rahmadianti - detikFood Jakarta - Meskipun tergolong ikan air tawar, gurame tak kalah enak dengan ikan laut. Apalagi ikan gurami yang satu ini disajikan dengan cara menggoda. Panas mengepul di atas hotplate dengan siraman saus BBQ yang wangi menggelitik. Wah, nasi dua piringpun bakal tuntas dengan lauk sedap ini!

Bentuk ikan gurami lebar dan pipih serta memiliki semacam sungut di perut bagian depan. Dagingnya padat, durinya besar-besar, serta bercitarasa gurih dan enak. Tak heran ikan ini sering menjadi favorit di restoran. Karenanya harganya relatif mahal.

Saat menyambangi rumah makan Radja Gurame tentu saja kami ingin menikmati ikan gurami yang enak. Maka dua menu gurami unggulan mereka yakni Gurame Hotplate BBQ (Rp 35.000) dan Sup Gurame (Rp 35.000) langsung kami pesan. Keduanya disajikan dalam paket bersama nasi putih serta lalap selada, mentimun, dan tomat.

Tak disangka sajian gurami ini cukup cepat disajikan. Padahal, biasanya menu gurami memerlukan proses memasak agak lama, apalagi jika ikannya ditangkap hidup-hidup dari kolam penangkarannya. Mungkin karena menggunakan gurami yang sudah dibersihkan maka waktu memasaknya tidak lama.

Hmm... Sup gurami yang disajikan dalam mangkuk di atas tungku pemanas tampak mengepul, menebarkan aroma gurih enak. Gurami utuh berukuran sekitar 3,5 ons 'berenang' di kuah kaldu bening berisi cabai rawit merah dan potongan tomat hijau.

Wah, dagingnya gurih dan mudah lumat di mulut! Kuahnya asam segar dengan semburat wangi aroma serai diikuti dengan jahe, kemangi, dan sedikit bawang putih. Gurih khas kaldu ikan dan beraroma wangi. Slruup... Sedapnya!

Tak kalah menggoda gurame hotplate BBQ yang disajikan panas di atas hotplate. Gurame ukuran sedang yang dibakar disiram dengan saus barbecue oranye dan irisan bawang Bombay. Yang ini juga menebarkan aroma gurih saus BBQ yang bikin ngiler!

Kalau biasanya gurame tak jauh dari saus asam manis, ternyata juga enak dipadu dengan saus BBQ yang lebih gurih. Citarasa asam manis dengan aroma smoky serta jejak lada hitam pas dengan gurihnya daging ikan. Diiringi dengan suapan nasi hangat, gurame yang inipun segera licin tandas!

Wah, selain perut kenyang resto ini juga punya pilihan area makan. Bisa memilih area lesehan dan area teras yang cukup luas. Rasanya juga tak perlu terburu-buru karena kapasitas resto yang mencapai 200 orang ini cukup nyaman.

Harga yang ditawarkan untuk olahan gurami juga tak terlalu mahal. Aneka masakan gurami ditawarkan dengan harga Rp 27.000-35.000 untuk porsi individu. Sedangkan hidangan ayam bisa disantap dengan membayar Rp 14.000-18.000 per porsi.

Sementara itu, harga lauk dan pelengkap lain berkisar antara Rp 4.000-18.000. Sebagian sudah termasuk nasi dan lalap. Berbagai pilihan minumanpun dihargai tak lebih dari Rp 16.000. Agaknya tak salah pilihan kami mampir ke resto ini untuk menikmati ikan gurame yang gurih enak! Nyam-nyam!

Radja Gurame

Jl. Pesanggrahan Raya No. 63B RT 004/006

Kembangan Selatan, Jakarta Barat

Telepon: 021-5822148, 5822149

Jl. Cempaka Putih Raya No. 137

Komplek Pertokoan Pondok Gede Plaza No. 37

Telepon: 021-8463819, 84900610

(fit/odi) Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Kurangi Minum Alkohol Agar Ramping dan Bebas Kanker


Fitria Rahmadianti - detikFood Jakarta - Orang yang sedang menurunkan berat badan terkadang lupa bahwa alkohol bisa menggagalkan diet. Tak hanya dapat menyebabkan obesitas, minuman beralkohol juga bisa memicu kanker. Sebaiknya kurangi konsumsinya mulai sekarang.

Menurut World Cancer Research Fund (WCRF), melupakan jumlah kalori dalam minuman beralkohol merupakan salah satu alasan utama kegagalan diet. Padahal, per gram alkohol murni mengandung tujuh kalori, tak jauh beda dengan lemak yang mengandung sembilan kalori per gram.

"Kalori dalam minuman beralkohol menyumbang proporsi signifikan terhadap asupan kalori seseorang, namun memiliki manfaat nutrisi sangat sedikit," ujar Kate Mendoza, kepala informasi kesehatan WCRF, seperti dilansir Daily Mail (02/01/13). Hal ini biasa disebut dengan empty calorie atau kalori kosong.

Mendoza menambahkan bahwa orang-orang tak sadar akan kalori dalam minuman mereka. Makanya, mereka tak menghitungnya saat menghitung konsumsi harian. "Mengurangi minum alkohol dapat berefek besar terhadap penurunan berat badan atau mempertahankan berat badan yang sehat," lanjutnya.

Menekan konsumsi alkohol juga baik untuk mencegah kanker. Pasalnya, kegemukan merupakan faktor risiko kanker terbesar kedua setelah merokok. Sekadar meminum segelas bir setiap hari saja bisa meningkatkan risiko kanker hati dan usus hingga seperlimanya.

Adapula bukti ilmiah kuat bahwa alkohol itu sendiri merupakan faktor risiko kanker payudara, usus, mulut, kerongkongan, serta hati."Kemungkinan dengan cara merusak DNA kita," jelas Mendoza. Di Inggris sendiri, lebih dari 20.000 kasus kanker per tahun terkait dengan alkohol.

Bagaimana dengan manfaat alkohol terhadap kesehatan jantung? Menurut para dokter, keuntungan ini hanya didapat oleh mereka yang berisiko terkena penyakit jantung, seperti pria berusia di atas 40 tahun dan wanita pasca menopause. Selain itu, mereka yang berkelebihan berat badanpun tak meraih manfaat dari minum alkohol.

WCRF merekomendasikan maksimal dua gelas minuman beralkohol untuk pria dan satu gelas untuk wanita dalam sehari. Namun, untuk mencegah kanker, mereka menyarankan untuk tidak mengonsumsi alkohol sama sekali.

"Selain mengurangi risiko kanker dan penyakit lain, mengurangi minum alkohol dapat menghemat uang, memperbaiki kesehatan mental, dan membantu Anda tidur lebih nyenyak," pungkas WCRF.

(fit/odi) Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Restoran Pop Up Tertinggi di Dunia Akan Dibuka di Gunung Kilimanjaro


Deani Sekar Hapsari - detikFood Jakarta - Restoran atau gerai yang mempunyai konsep pop up sempat menjadi sorotan masyarakat. Sebelumnya di Jepang, gerai pop up Starbucks Espresso Journey menawarkan menu minuman berbahan dasar espresso. Kini seorang chef Afrika membuat restoran pop up tertinggi di dunia.

Restoran pop up biasanya dibuat untuk sementara dan terletak di jalan yang sering dilalui orang. Tetapi, seorang chef asal Afrika bernama Pierre Thiam justru membuka sebuah restoran pop up 12.500 kaki di atas permukaan laut di gunung Kilimanjaro.

Restoran ini dibuka khusus untuk para sukarelawan yang mengambil bagian dalam Mama Hope Kilimanjaro Expedition. Sebuah perjalanan yang dimulai dari Washington, D.C. , Amerika Serikat pada 18 Februari 2013 nanti.

Perjalanan yang menelan biaya sekitar Rp 52 juta ini meliputi penerbangan ke Tanzania, Afrika, mendaki gunung Kilimanjaro, dan merayakannya dengan makan malam di restoran milik Thiam. Ia akan mendaki gunung Kilimanjaro bersama para kru untuk mencapai restoran tersebut.

Dalam restoran pop up tersebut, Thiam secara khusus mempersiapkan hidangan regional Afrika. Hidangan yang akan disajikan seperti abala, puree kacang dan tumis terong yang dipanggang dengan daun pisang, yuca dan Brussels sprouts mafe, black-eyed peas salad, dan kaki domba panggang.

Setelah acara makan malam, para sukarelawan juga akan bekerja di sekolah St. Timothy untuk mendidik anak yatim piatu Tanzania. Seluruhnya memakan waktu enam hari untuk mendaki ditambah dua hari untuk menghabiskan waktu bersama anak yatim piatu.

(fit/odi) Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Kandungan Omega 3 Bawal Jepang Lebih Tinggi dari Salmon


Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood Jakarta - Asam lemak omega 3 merupakan asam lemak esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Banyak terdapat pada ikan salmon, tuna dan makarel. Namun, sebuah penelitian di Jepang menemukan kandungan omega 3 tertinggi justru ada pada ikan bawal Jepang.

Bawal Jepang disebut juga dengan ikan Marukoban atau Shimaaji. Bentuknya hampir sama dengan ikan bawal umumnya, bedanya daging bawal Jepang lebih tebal dan berwarna putih. Ikan berbobot 600-800 gram ini berdaging lembut dan bertekstur halus. Pada siripnya terdapat corak berwarna kuning.

Benih ikan bawal Jepang banyak terdapat di Jepang dan Taiwan. Meskipun begitu saat ini budidaya ikan bawal Jepang sudah ada di Indonesia tepatnya di perairan Kepulauan Seribu. Lokasi tersebut dipilih karena suhu perairanya cocok untuk habitat Marukoban, yaitu sekitar 28-30 derajat celsius.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Japan Food Research Laboratories, kandungan omega 3 pada ikan bawak Jepang adalah yang tertinggi. Dalam 100 gramnya mengandung sekitar 2.56 g asam lemak omega 3 dalam bentuk DHA dan EPA. Jika dibandingkan dengan ikan salmon yang hanya mengandung 2 g omega 3 per 100 g, tentulah ikan bawal Jepang yang memiliki asam lemak omega 3 tertinggi.

Asam lemak omega 3 diketahui dapat mencegah risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Dr. Rajiv Chowdhury dari Indiapun menganjurkan untuk mengonsumsi ikan dua hingga empat porsi sehari agar terhindar dari risiko stroke. Ikan yang mengandung omega 3 juga baik dikosumsi oleh wanita hamil dan anak-anak, karena dapat membantu proses pembentukan otak anak.

(dyh/odi) Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Wife's Cake, Kue Bukti Cinta Seorang Suami


Deani Sekar Hapsari - detikFood Jakarta - Jika mampir ke Hongkong wajib mencicipi kue yang satu ini. Terbuat dari adonan pastry yang renyah, sekilas mirip kue pia dengan bentuk bundar pipih. Kue yang isinya manis legit ini paling cocok dinikmati dengan secangkir kopi atau teh.

Kue ini dikenal dengan nama 'sweetheart's cake' atau populer dengan sebutan 'wife's cake'. Bertekstur lembut berlapis dan rasanya gurih manis. Kue yang dibuat dari buah kundur atau tang kweh, pasta almond, biji wijen, dan tepung ketan ini menyimpan sebuah legenda pilu tentang seorang suami yang ingin membalas pengorbanan sang istri.

Dalam bahasa Kanton kue ini disebut 'lou po beng' atau 'old lady', lalu dalam bahasa Inggris Amerika dikenal dengan nama 'wife's cake'. Bentuknya bundar pipih dengan diameter sekitar 12-14 cm dengan permukaan berwarna kuning keemasan.

Kue yang berasal dari Hongkong ini banyak ditemukan di gerai-gerai bakery dan pasar malam. Versi yang banyak ditemukan di area Guangdong, Hong Kong kue dengan isian manisan buah kundur atau tang kweh. Manisan ini dicincang halus dan dicampur dengan biji wijen putih dan tepung ketan. Juga sering diisi kelapa parut kering dan almond pasta.

Seperti kue pia, bagian atas kue ini disemir kuning telur lalu dipanggang. Ada juga isian yang dicampur bumbu ngohiong dan isian modern seperti cokelat dan keju. Kue ini dijual satuan dan beberapa bakery sudah mengemasnya dalam plastik per satuan kemudian ditata dalam boks cantik sehingga mudah dibawa sebagai oleh-oleh.

Legenda populer di balik terciptanya kue ini juga banyak versinya. Salah satunya cerita tentang suami istri yang hidup sangat miskin di China. Walaupun mereka kekurangan, mereka saling mencintai dan hidup tenang di sebuah desa kecil. Suatu hari, sebuah penyakit misterius yang mematikan menyebar.

Ayah dari sang suami jatuh sakit dan pasangan itu menghabiskan seluruh uang mereka untuk mengobati sang ayah yang tidak kunjung sembuh. Akhirnya, sang istri menjual dirinya sebagai budak untuk ditukar dengan sejumlah uang untuk pengobatan.

Saat sang suami mengetahui betapa besar pengorbanan istrinya, ia pun membuat sebuah kue berisi manisan buah kundur dan almond. Ia mendedikasikan kue tersebut untuk istrinya. Saat dijual ternyata kue ini laku keras dan akhirnya terkumpul cukup uang untuk menebus istrinya kembali.

(fit/odi) Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Thursday, January 3, 2013

Anak Berusia 7 - 9 Tahun Juga Bisa Diajak Bekerja di Dapur


Flora Febrianindya - detikFood Jakarta - Masa-masa libur sekolah ataupun waktu senggang anak harus dimanfaatkan. Tentunya dengan melakukan aktivitas ringan namun bermanfaat. Waktu liburan juga jadi momen yang pas untuk membiasakan anak dengan aktivitas dapur. Apa saja ya, yang bisa ia lakukan?

Situs Delicious Kitchen memaparkan beberapa jenis aktivitas yang pas untuk dilakukan anak usia 7 hingga 9 tahun. Di antaranya adalah membantu ibu mengupas telur rebus. Pastikan uap panasnya sudah hilang, dan telur bisa langsung dibersihkan dari kulitnya. Sejak usia 7 tahun, si kecil juga sudah bisa diajarkan untuk menakar bahan makanan dengan menggunakan timbangan ataupun alat ukur.

Sebelum memasak, Anda juga bisa meminta anak untuk mencari resep. Berikan ia beberapa pilihan makanan, bisa dari resep online ataupun buku resep, dan nantinya resep tersebut akan dibuat bersama. Ia juga bisa diminta untuk mengaduk adonan dengan menggunakan kocokan kawat manual.

Jika ingin meracik minuman yang segar, bisa juga dibuat dengan sedikit variasi. Masukkan potongan buah segar pada cetakan es batu yang membuat rasanya makin segar dan berwarna cerah. Dijamin si kecil akan lebih semangat karena es batu jadi tampak semarak.

Kalau anak suka makan pizza, tak ada salahnya juga membuat pizza sendiri. Adonan kulitnya bisa dibuat dari campuran tepung terigu, air, olive oil, ragi dan juga garam. Nah, libatkan si kecil dalam mengoleskan saus dasarnya, dan menambahkan sayuran serta daging hingga tertata cantik di atas adonan.

(flo/odi)

Resep Pizza: Pizza Margherita


Scusa Italian Restaurant-Hotel Intercontinental Jakarta MidPlaza - detikFood Jakarta - Pizza klasik Italia ini toppingnya sederhana. Keju mozzarella, irisan tomat dan daun basil sebagai lambang bendera Italia. Rasanya kres..kres renyah dengan sapuan rasa asam segar tomat yang alami dan lelehan kaju yang gurih!

10 ml extra virgin olive oil

50 g keju mozzarella serut kasar

50 g tomat, iris tipis

Cara membuat:

  • Kulit: Campur tepung terigu dengan semua bahan, aduk dan uleni dnegan tangan hingga menjadi adonan yang kalis dan rata.
  • Diamkan selama 7 menit lalu potong-potong menjadi @ 180 g.
  • Bulatkan adonan, taruh dalam wadah, tutup dengan lap basah.
  • Simpan dalam lemari es selama 1 jam.
  • Penyelesaian: Ambil 1 potong adonan (180 g) adonan.
  • Gilas dengan tangan atau gilingan kue hingga tipis bundar dengan diameter 32 cm.
  • Olesi permukaannya dengan saus tomat.
  • Taburi bahan-bahan lainnya.
  • Panggang dalam oven panas 300 C selama 5 menit hingga kulit pizza menggelembung dan matang.
  • Angkat, sajikan panas.
Untuk 1 buah

(odi/odi)